Kalau beberapa tahun lalu ada yang bilang kita bisa “ngobrol” dengan komputer untuk membantu menulis, brainstorming ide, bahkan menyusun strategi bisnis, mungkin aku akan menganggapnya sebagai sesuatu yang hanya ada di film fiksi. Teknologi seperti itu terdengar terlalu futuristik. Sesuatu yang mungkin baru akan terjadi puluhan tahun lagi, bukan sesuatu yang bisa kita gunakan sehari-hari dari layar laptop.
But who would’ve thought kalau hari ini AI justru menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Mulai dari mahasiswa yang menggunakannya untuk belajar, content creator yang mencari ide konten, marketer yang menyusun campaign, programmer yang mempercepat proses coding, sampai pemilik bisnis kecil yang mulai memanfaatkannya untuk menghemat waktu. Rasanya hampir setiap profesi mulai berdiskusi tentang AI dan bagaimana teknologi ini akan mengubah cara kita bekerja.
Aku pun termasuk salah satunya.
Kalau ditanya kenapa akhirnya aku memutuskan belajar AI, jawabannya sebenarnya sederhana: rasa penasaran.
Continue reading “Belajar AI untuk Pemula: Panduan Memulai dari Nol (Seri Belajar AI #1)”